Jumat, 10 Januari 2014

Cewek Jaman Sekarang (miris gan) : "Kuliah buat belajar? Kuliah itu buat cari suami kaya!!"

"Emang kamu pikir kuliah itu buat apa? Belajar? Nggak! Kuliah itu tempat cari suami kaya, biar kalo lulus gak susah2 kerja langsung nikah aja!"

Pernyataan frontal yg diucapkan seseorang kepada saya beberapa waktu yg lalu benar2 sukses membuat saya ngakak sekaligus syok. Entah ia melontarkannya dgn hati ataupun hanya candaan, tidak dipungkiri bahwa pernyataan tersebut banyak diamini oleh mahasiswa perempuan.

Seperti kata teman saya, "Bullshit kalo cowok gak suka cewek cantik, se-bullshit cewek yg bilang gak matre."

Matrealistis atau biasa disebut matre, adalah perilaku yg wajar dimiliki setiap orang. Semua orang ingin bahagia, dan semua berusaha untuk mendapatkan kebahagiaannya. Begitupun dengan mahasiswa. Mereka merasa telah membayar mahal untuk kuliah di suatu Universitas terkemuka, wajar bagi mereka untuk mendapatkan bayaran yg setimpal, begitu kata teman saya.

Lebih lanjutnya saya coba hubungkan dari pernyataan teman saya yg lain (cowok),

"Lu kuliah di kedokteran pacaran ma cewek culun kek gitu? Lu dokter man! Buat apa kuliah jadi dokter kalo gak punya pacar cantik??"

Senada dengam pernyataan diatas, (cewek)
"Kamu kuliah lama, dandan ke salon cuma buat pacaran sama cowok miskin? Buat apa cantik kalo gak dapet suami dokter??"

Ironi memang.. Saat kebahagiaan diidentikkan dengan Harta Tahta dan Wanita, ketulusan tidak lagi mudah didapat. Menuntut ilmu bukanlah menjadi prioritas saat kuliah diperguruan tinggi. Prioritas baru yg muncul yaitu mendapatkan istri cantik dengan kekayaan, atau mendapat suami kaya dgn kecantikan.

Semua orang bisa saja protes dan marah dengan perilaku matrealistis tersebut, berteriak2 tidak setuju, tapi inilah kenyataan yang ada. Mereka yang matre tidak bersalah. Ini hanya usaha mereka untuk mencapai kebahagiaan.
.
.
.
.
.
Sampai saat ini saya tidak terlalu memikirkan 'Penjaringan Suami Kaya Saat Kuliah'. Saya bahkan tidak melihat pentingnya punya pacar saat kuliah. Jika saya ingin, saya bisa saja pacaran dgn 5 mahasiswa kaya dari fakultas berbeda. Tapi buat apa? Apa saya kuliah hanya untuk itu?

Saya datang kuliah ke Malang untuk belajar, maka saya fokus belajar. Kalau memang saya menemukan jodoh saya saat kuliah, anggap saja bonus yg diberikan Tuhan dalam usaha saya menuntut ilmu.

Tidak usah terlalu menggebu-gebu mencari pacar. Tidak usah terlalu banting harga. Perbaiki saja kualitas diri kalo memang mencari jodoh yg berkualitas. Kalau memang jodoh, pasti Tuhan akan pertemukan.

Insyaallah :-)

1 komentar: